S-A-Y-A

138168257326108473
Pada tahun 1994, di tengah malam Jum’at—menjelang pergantian tanggal Enam menuju tanggal Tujuh di bulan Juli—lahirlah seorang bayi perempuan nan cantik jelita. Dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat hebat bernama Puji Istorawati ditemani sang suami, Tri Haryanto di sebuah rumah bersalin di daerah Purwakarta-Jawa Barat. Ya, anak perempuan yang baru saja dilahirkan itu adalah saya, Putrisya Nirbaya. Dari lahir sebenarnya ibu saya telah menetapkan nama panggilan untuk saya yakni “Isya” (kependekan dari “Putrisya”) namun, karena teman-teman seumuran saya saat itu rasanya sangat sulit memanggil saya dengan nama itu, jadilah saya dipanggil dengan nama “Icha”. Mengapa saya perlu menjelaskan asal-usul nama panggilan tersebut? Yap! Karena saya sudah bosan menjelaskan ke orang-orang yang bertanya “kok bisa sih dipanggil Icha? Darimananya?” Hehe.

Sejak lahir, saya tinggal di Purwakarta bersama keluarga besar ibu saya dikarenakan Ayah saya harus bekerja di Jakarta dan hanya bisa pulang seminggu sekali. Saya mulai bersekolah saat umur 4 tahun di Taman Kanak-Kanak di dekat rumah saya saat itu. Dikalangan teman-teman TK, saya-lah murid termuda namun dengan badan ter-“bongsor”. Tapi tak hanya badan saya saja yang besar, prestasi saya juga besar di TK (mau sombong ceritanya, hehe). Kenapa? Karena di kelas, saya selalu mendapat peringkat 1 dan pernah mendapat piala di acara lomba menari. Dari kecil, saya mempunyai sahabat yang lahirnya hanya berbeda beberapa bulan saja dengan saya, namanya Nurul. Kemana-mana kami selalu berdua, kami bersekolah di TK yang sama, SD yang sama, sampai pada akhirnya saat kelas 3 SD tepatnya tahun 2002, saya dan keluarga harus pindah rumah ke Jakarta mengikuti Ayah saya. Saat itu rasanya sedih sekali harus berpisah dengan sahabat karib saya, sampai Nurul menangis tidak ingin berpisah dengan saya. Tapi apa boleh buat, saya memang harus pindah.

Di Jakarta, saya dan keluarga tinggal di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan (lengkap yaaaa haha). Kemudian saya melanjutkan sekolah di SDN Pejaten Timur 20 PG dan lulus serta mendapat piala dengan predikat nilai ujian terbaik ke-3 (sombong lagi ceritanya hehe). Lalu saya melanjutkan sekolah ke SMPN 182 Jakarta. Disini, saya bertemu sahabat saya yang sampai tulisan ini disusun-pun masih menjadi sahabat, namanya Linda. Sampai 3 tahun kemudian, saya dan Linda melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama, yaitu SMKN 8 Jakarta. Disini sahabat saya bertambah dua orang, Nuli dan Muchairani. Dan kami berempat masih bersahabat hingga sekarang, walaupun setelah lulus, kami terpisah jalan untuk menyongsong masa depan. Saya dan Nuli meneruskan sekolah ke Perguruan Tinggi di Universitas Gunadarma—Depok namun berbeda kelas, Linda meneruskan sekolah ke PNJ—Depok, dan Muchairani yang lebih memilih bekerja walaupun akhirnya setahun kemudian memilih meneruskan sekolah sambil bekerja.

Saya masuk ke Universitas Gunadarma di tahun 2011, dan menempati kelas 1EB04. Satu tahun awal perkuliahan rasanya saya masih bisa mengikuti pelajaran, walaupun sebenarnya saya harus menyesuaikan sedikit demi sedikit terhadap lingkungan perkuliahan yang sangat berbeda dengan di sekolah dulu. Saat akan naik ke tingkat Dua, ternyata ada seleksi beasiswa Sarjana Magister (SarMag) dari Universitas, dimana normalnya dalam 4 tahun seharusnya saya mendapat gelar S1 tetapi dengan beasiswa ini, saya bisa memperoleh double degree yakni S1 dan S2, jadi beasiswa ini mungkin semacam program percepatan belajar. Dan saya ternyata diundang untuk menghadiri briefing-nya. Alangkah senang dan bangganya saya menghadiri acara tersebut. Singkat kata singkat cerita, setelah mengikuti proses seleksi yang cukup panjang, saya diterima untuk mengikuti program SarMag ini. Namun ketika saya memberitahukan kepada orangtua serta keluarga, ternyata orangtua saya menolak. Memang sepertinya kesalahan saya karena dari awal mengikuti tes ini, saya tidak memberitahukan kepada orangtua saya, dan ketika saya memberitahukan saya lolos dan diharuskan membayar biaya kuliah tambahan sebesar sepuluh juta, mungkin orangtua saya terkejut karena terlalu tiba-tiba. Dan akhirnya, setelah memikirkan segala pertimbangan, saya akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil beasiswa ini dan tetap melanjutkan kuliah secara reguler. Di Gunadarma, saat naik tingkat dua, kelas akan diacak sesuai dengan IPK masing-masing mahasiswa, dan ternyata saya masuk ke kelas unggulan yaitu kelas 2EB01. Saya bangga sekaligus khawatir karena itu berarti saya harus lebih giat belajar kalau tidak ingin tertinggal dengan teman sekelas saya yang notabene “pintar”. Hari-hari terlewati dengan biasa saja sampai sesaat setelah UTS di semester tiga, saya mendapatkan beasiswa prestasi dari Universitas. Beasiswa ini bukan saya yang mengajukan, namun pihak kampus yang menyeleksi berdasarkan IPK. Betapa senangnya saya mengetahui hal tersebut. Saya bisa meringankan beban oangtua saya yang saat itu harus menanggung biaya kuliah dua anaknya—saya dan kakak saya—serta biaya sekolah adik saya. Hingga saat ini, di semester 5 saya bersyukur saya masih bisa mempertahankan IPK saya sehingga saya masih menerima beasiswa tersebut.

Saya kira sekian cerita singkat perjalanan hidup saya hingga saat ini. Kisah ini saya tulis bukan untuk menyombongkan diri (lagian sepertinya kisah hidup saya tidak terlalu “wah” jadi apa yang harus saya sombongkan? Hehe), namun karena untuk memenuhi tugas perkuliahan. Syukur-syukur ada diantara pembaca yang bisa terinspirasi dengan kisah hidup saya.

Akhir kata, jika saya boleh memohon do’a dari para pembaca semua, do’akan saya ya semoga saya bisa menyelesaikan Penulisan Ilmiah dan Skripsi nanti dengan jalan yang mudah dan tepat waktu serta dengan hasil yang memuaskan. amin. Terimakasih atas perhatiannya 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Januari 2014
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: