PERNALARAN INDUKTIF

penalaran
Pernalaran –> nalar –> masuk akal, logis
Pernalaran adalah menghubung-hubungkan fakta menjadi simpulan.
Sedangkan menurut ensiklopedia bebas, pernalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut penalaran.
Dalam pernalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Metode pernalaran
Ada dua jenis metode dalam pernalaran yaitu induktif dan deduktif. Namun metode yang akan dibahas pada kesempatan kali ini hanyalah metode induktif.
Pernalaran induktif
Pernalaran induktif adalah proses menghubung-hubungkan fakta yang bersifat khusus menjadi simpulan umum.
Sedangkan paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
Contoh paragraf Induktif: Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdance, salsa, free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Pernalaran Induktif sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis, yakni:
• Generalisasi
• Analogi
• Hubungan kausal (sebab akibat)

–> Generalisasi adalah proses pernalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh1:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Generalisasi: Jika ada udara, semua mahkluk hidup akan hidup.

Contoh2:
Jeruk Pontianak rasanya asam.
Jeruk Bali rasanya asam.
Jeruk Mandarin rasanya asam.
Generalisasi: Semua jeruk rasanya asam

–> Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Mudahnya, analogi adalah menyamakan dua hal yang sebenarnya sangat berbeda tetapi dicari persamaannya pada ciri khas yang ada pada hal-hal tersebut sehingga mudah dimengerti orang awam.

Contoh: Kehidupan ini seperti roda yang berputar, kadang kita bisa berada di atas kadang di bawah.

Jika dicermati dari analogi yang sederhana itu, kita dapat menyimpulkan kalau sebenarnya roda dan kehidupan adalah sesuatu yang berbeda, tetapi untuk memahami kehidupan, kita bisa meng-analogikan kehidupan seperti halnya roda yang terus berputar. Hidup seseorang tidak mungkin selalu senang terus menerus (diatas), dan sebaliknya hidup-pun tak selamanya menderita (dibawah).

–> Hubungan Kausal
Menurut arti katanya, kausal bersifat menyebabkan suatu kejadian; bersifat saling menyebabkan: hubungan — , hubungan yg bersebab akibat. Menurut ensiklopedia bebas, kausalitas merupakan prinsip sebab-akibat yang ilmu dan pengetahuan yang dengan sendirinya bisa diketahui tanpa membutuhkan pengetahuan dan perantaraan ilmu yang lain dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.
Mudahnya, hubungan kausal atau sebab akibat adalah hubungan antara peristiwa-peristiwa, dimana peristiwa yang satu menjadi penyebab terjadinya peristiwa yang lain, tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Contoh1: Hubungan jumlah uang yang beredar dengan perubahan harga

Bila jumlah uang yang beredar naik akan mengakibatkan kenaikan harga. Namun tidak berlaku sebaliknya, bila harga naik belum tentu jumlah uang beredar bertambah.

Contoh2: Naiknya gaji pegawai negeri mengakibatkan naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok dipasar.

Namun peristiwa ini tidak berlaku sebaliknya, karena naiknya harga kebutuhan pokok dipasar tidak dapat menaikkan gaji pegawai negeri.

Syarat-syarat kebenaran dalam pernalaran
Jika seseorang melakukan pernalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat penalaran dapat dipenuhi.
• Suatu pernalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
• Dalam pernalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti pernalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Analogi
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100725083017AAhOts6
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20130120061906AAQqfxp
http://www.artikata.com/arti-333363-kausal.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kausalitas
http://www.winapedia.org/2013/03/pengertian-hubungan-kausal.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Oktober 2013
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: