EMAS DI TUMPANG PITU

emas ditumpang pitu
Tujuh bukit yang terletak di tepi Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berdiri dengan tegap. Dan ada begitu banyak cerita misteri tentang tujuh bukit tersebut, yang lebih dikenal sebagai Gunung Tumpang Pitu.

Awalnya Gunung Tumpang Pitu menjadi gunung yang dikeramatkan dan tidak terjamah oleh tangan-tangan manusia dengan adanya cerita tentang penduduk yang menemukan banyak sarang walet, tapi tiba-tiba menghilang atau tentang seorang penduduk yang mendapatkan emas dari tanah yang diayak, tapi kemudian dalam mimpinya ia diminta untuk mengembalikan lagi emas yang didapat. Masih banyak lagi cerita mistis lainnya. Namun kini, akibat cerita itu Gunung Tumpang Pitu tak lagi dikeramatkan. Orang-orang tak lagi segan untuk masuk kesana. Masyarakat sekitar berbondong-bondong pergi ke sana bertujuan untuk mengambil kekayaan alam yang ada di dalam perut gunung tersebut.

Yang lebih ironis, sejak tahun 2008 lalu Gunung Tumpang Pitu menjadi ajang perebutan oleh beberapa pengusaha pertambangan. Pasalnya, di dalam perut bumi Gunung Tumpang Pitu menyimpan kandungan batuan emas dengan potensi menggiurkan. PT PT Indo Multi Niaga (IMN) yang telah mengantongi izin kuasa eksplorasi pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu menyebut, potensi emas di gunung tersebut mencapai 2 juta ounce. Adapun potensi perak mencapai 80 juta ounce. Nilai tambangnya ditaksir sekitar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. Sangat, menggiurkan memang.

IMN yang mengeksplorasikan tambang emas Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jatim hingga 2015, merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri yang sejak 2007. IMN mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) tahap eksplorasi seluas 11,6 ribu ha di Banyuwangi bagian selatan, berdasarkan SK Bupati Banyuwangi No 188/05/KP/429.012/2007. Selain Tumpang Pitu dengan luasan 1.700 ha, konsesi IMN juga mencakup areal Katak, Candrian, Gunung Manis, Salakan, Gumuk Genderuwo, dan Rajeg Besi.

Lalu, sejak eksplorasi pertama kali pada 20 September 2007 sampai 29 Februari 2012, IMN sudah membor di 367 titik dengan kedalaman total 116.495 meter. Terdiri atas 16 titik sedalam 4.172 m yang dikerjakan PT Hakman Platina Metalindo dan IMN 351 titik dengan kedalaman 112.322 m. IMN pun sudah mendapat izin eksploitasi dari Bupati Banyuwangi melalui SK 188/10/KEP/429.011/2010 dengan luas 4.998 ha.

Lalu mengapa Gunung Tumpang Pitu yang notabene merupakan kawasan hutan lindung bisa dieksploitasi sedemikian hebatnya bahkan oleh perusahaan pertambanganan yang sudah pasti mengantongi izin dari pemerintah setempat?

Padahal menurut humas BaFFEL (Banyuwangi’s Forum for Environtmental Learning), Rosdi Bahtiar Martadi, bila Tumpang Pitu dieksploitasi maka limbah yang dibuang ke laut sebanyak 2.361 ton per hari. Rosdi juga mengingatkan agar Tumpang Pitu tidak mengulangi bencana di sebuah kampung di Buyat yang penduduknya terpaksa keluar karena daerahnya tercemar tailing.

Selain tailing, perusahaan tambang akan menyedot air 2,387 liter air per hari. Padahal hutan lindung Gunung Tumpang Pitu berfungsi sebagai penangkap air. Jika airnya disedot, pertanian akan mati.

Pertambangan emas, baik yang dikelola oleh perusahaan asing maupun nasional akan menambah pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Apalagi sebelum eksploitasi dimulai, pantai selatan saat ini sudah tercemar merkuri akibat penambangan emas tradisional.

Jatah saham yang diminta oleh Pemerintah Banyuwangi kepada perusahaan tambang sebesar 20 persen, hanya dinikmati sesaat. Namun bencana kerusakan lingkungan akibat tambang akan terwariskan seumur hidup.

REFERENSI:
http://www.tempo.co/read/news/2013/06/05/058486065/Aktivis-Lingkungan-Tolak-Tambang-Emang-Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juli 2013
S S R K J S M
« Jun   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: