TEORI EKONOMI KLASIK VS KEYNESSIAN

TEORI MAKRO KLASIK
Dasar Fisafat Kaum Klasik

Kaum klasik adalah orang-orang yang percaya akan keampuhan sistem ekonomi yang “liberal”. Kaum klasik secara ideologis percaya bahwa sistem lassez faire atau sistem dimana setiap orang betul-betul bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi apa pun (di dalam batas-batas hukum yang berlaku) bisa mencapai kesejahteraan masyarakat secara otomatis.

Sistem bebas berusaha, dimana campur tangan pemerintah adalah minimal, menurut kaum klasik, bisa menjamin dicapainya :
a. tingkat kegiatan ekonomi nasional yang optimal (sering dijuluki dengan nama “full employment level of activity”).
b. alokasi sumber-sumber alam dan factor-faktor produksi lain di antara berbagai macam kegiatan ekonomi secara efisien.

Menurut kaum klasik, peranan pemerintah harus dibatasi seminimal mungkin, sebab apa yang bisa dikerjakan oleh pemerintah bisa di kerjakan oleh swasta secara lebih efisien. Dengan ciri ideologis seperti ini, bahwa di bidang ekonomi makropun mereka tidak menghendaki campur tangan pemerintah.

Esensi dari teori makro kaum klasik adalah : suatu perekonomian laisssez fair mempunyai kemampuan untuk menghasilkan tingkat kegiatan (GDP) yang “full employment” secara otomatis. Pada suatu waktu tertentu GDP mungkin berada di bawah atau diatas tingkat full-employment, tetapi kemudian akan segera kembali ke tingkat full employment. Campur tangan pemerintah untuk mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi dalam jangka pendek adalah tidak perlu.

ANALISIS KESEIMBANGAN-MODEL KESEIMBANGAN KEYNESIAN

Model keseimbangan Keynesian dibangun berdasarkan interpretasi ide-ide Keynes, terutama yang termuat dalam bukunya, The General Theory of Employment, Interest, and Money (1936), yang kemudian dikenal sebagai The General Theory. Para ekonomon yang mengembngkan model keseimbangna Keynesian ini berpandangan bahwa analisis Keynes pada dasarnya analisis keseimbangan. Mereka diantaranya adalah Hansen, Dillard, Hicks, dan Samuelson. Beberapa ekonom berpandangan berbeda, misalnya Clower dan Patinkin. Bagi mereka, analisi Keynes pada dasarnya analisis diluar keseimbangan (disequilibrium analysis). Argumentasi mereka adalah Keynes sendiri berpendapat bahwa harga (upah tenaga kerja) dalam jangka pendek cenderung kaku, sehingga pasar tidak selalu berada dalam keseimbangan.
Namun dalam bab ini hanya akan dibahas analisis keseimbangan Keynes, berdasarkan beberapa pertimbangan:
1. Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang perilaku ekonomi makro, memang sebaiknya kita berang kat dari asumsi bahwa pasar dapat berada dalam keseimbangan, sebagaimana halnya yang telah dilakukan dalam analisis keseimbangan Klasik.
2. Dengan asumsi ini, kita dapat lebih mudah melakukan pembandingan antara analisis Klasik dengan Keynesian. Ini sangat berguna untuk membantu Anda mengikuti uraian analisis keseimbangan yang dibangun berdasarkan kombinasi pemikiran Klasik-Keynesian (Sintesis Klasik-Keynesian).
3. Analisis keseimbangan melatih Anda untuk mampu melakukan analisis yang terfokus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juni 2013
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: