RUANG LINGKUP SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA

komunikasi
Yang jadi pertanyaan kita, apakah di Indonesia ada Sistem Komunikasi? Jika pertanyaan itu dirinci lagi menjadi; adakah Sistem Komunikasi Indonesia (SKI)? Pertanyaan tersebut setidak-tidaknya muncul ketika istilah itu dimunculkan bersamaan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia RI Nomor 0223/U/1995 tentang Kurikulum Nasional (Kurnas).
Sebenarnya, tanpa dikeluarkannya istilah “Sistem Komunikasi Indonesia” dalam surat keputusan pun, selama ini tanpa disadari kurikulum komunikasi sudah membahas tentang SKI. Paling tidak unsur-unsur komunikasi sebagai “bahan utama” sistem komunikasi sudah banyak dibahas. Hanya masalahnya, pembahasan secara hoistis antar berbagai unsur itu dan menunjuk pada kasus komunikasi di Indonesia lah yang mendasari adanya muatan kurikulum SKI. Tanpa disadari pula, selama ini ada kejumbuhan (tumpang tindih) dan lebih membahas ke permasalahan umum ketika megkaji unsur-unsur komunikasi dan tidak secara spesifik khusus di Indonesia. dengan kata lain, membahas unsur-unsur komunikasi secara umum dan bukan unsur-unsur komunikasi di Indonesia.
Sebagai sebuah pembahasan yang berhubungan dengan komunikasi, maka pembahasan dalam SKI juga tidak akan terlepas dari dimensi tersebut. Ibarat kita membuat bangunan rumah, agar membuat tembok bisa rata dibutuhkan bandul yang digantung pada sebuah benang. Bandul itu berfungsi agar tembok bisa rata dan tidak ada bagian tertentu lain yang tidak rata. Begitu juga dengan SKI, maka bandul itu adalah komunikasi yang didalamnya punya unsur-unsur tadi. Sebab, bisa jadi tanpa ada bandul tersebut justru pembahasan akan melenceng kesana kemari, sehingga tidak fokus.
Dengan demikian pula, membahas SKI tak ubahnya membahas berbagai fenomena, kegiatan, proses yang berkaitan erat dengan unsur-unsur komunikasi yang ada di Indonesia. seperti yang kita ketahui, secara ringkas komunikasi mempunyai beberapa unsur, yakni sumber (source), pengirim pesan (communicator), media (channel), penerima pesan (communicant), dan efek (effect). Itulah yang paing tidak yang ada dalam unsur komunikasi. Meskipun diakui beberapa pakar berbeda dalam pembagian unsur komunikasi, namun paling tidak ada pengirim, media, dan penerima.
Sebagai bagian dari ilmu sosial, maka komunikasi sasarannya adalah pernyataan pesan dan teknik penyampaian pesan yang disampaikan manusia. Sebab, sebagai makhluk yang paling sempurna manusia dikaruniai akal pikiran. Dengan akal pikiran itulah manusia mengalami perubahan. Dan perubahan tersebut tidak akan terlepas dari komunikasi. Dalam komunikasi sendiri ada pesan yang disampaikan. Entah pesan itu disampaikan secara verbal (bahasa lisan) atau nonverbal (bahasa isyarat).
Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian canggih, bentuk, pola, dan peralatan komunikasi juga mengalami perubahan. Komunikasi tidak lagi hanya dilakukan secara personal (komunikasi yang hanya melibatkan dua orang saja), namun sudah dilakukan lewat kelompok dan komunikasi massa (media massa). Dengan demikian ada satu perkembangan yang semakin kompleks. Ditinjau dari media yang digunakan juga semakin kompleks misalnya ada radio, televisi, surat kabar, media internasional, dan lain-lain yang kesemuanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Referensi:
Bagian buku,
Nurudin. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juni 2013
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: