UNTUNG RUGINYA MENALANGI BANK CENTURY

century
Kasus bank Century menjadi topik terhangat baik dikalangan ekonom maupun politikus, karena kasus bank Century merupakan kasus besar yang berdampak besar pada kondisi politik dan ekonomi. Dan bahkan konon ceritanya kasus ini melibatkan beberapa lembaga tinggi negara dan menyeret beberapa pejabat tinggi di negeri ini.
Sebenarnya dari awal berdirinya bank Century yang notabene dari hasil merger antara tiga bank yaitu Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC saja sudah bermasalah. Merger ketiga bank tersebut didahului dengan adanya akuisisi Chinkara Capital Ltd (Chinkara) terhadap Bank Danpac dan Bank Pikko, serta kepemilikan saham Bank CIC. Persetujuan akuisisi diberikan BI meski Chinkara tidak memenuhi persyaratan administratif berupa publikasi atas akuisisi oleh Chinkara, laporan keuangan Chinkara untuk tiga tahun terakhir, dan rekomendasi pihak berwenang di negara asal Chinkara. Izin akuisisi pada akhirnya diberikan pada 5 Juli 2002 meski dari hasil pemeriksaan BI terdapat indikasi adanya perbuatan melawan hukum yang melibatkan Chinkara pada Bank CIC. BI tetap melanjutkan proses merger atas ketiga bank tersebut meski berdasarkan hasil pemeriksaan BI periode tahun 2001 hingga 2003 ditemukan adanya pelanggaran signifikan oleh ketiga bank tersebut.

Krisis yang dialami Bank Century bukan disebabkan karena adanya krisis global, tetapi karena disebakan permasalahan internal bank tersebut. Permasalahan internal tersebut adalah adanya penipuan yang dilakukan oleh pihak manajemen bank terhadap nasabah menyangkut:
1. Penyelewengan dana nasabah hingga Rp 2,8 Trilliun (nasabah Bank Century sebesar Rp 1,4 Triliun dan nasabah Antaboga Deltas Sekuritas Indonesia sebesar Rp 1,4 Triliiun)
2. Penjualan reksa dana fiktif produk Antaboga Deltas Sekuritas Indonesia. Dimana produk tersebut tidak memiliki izin BI dan Bappepam LK.
Sampai pada akhirnya, pada tanggal 13 November 2008, Bank Century gagal mengikuti kliring. Likuiditasnya terganggu akibat penarikan dana oleh nasabah. Hal ini akibat saham Bank Century disuspen oleh otoritas Bursa. Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bila bank Century ditutup bisa menyebabkan rush di bank-bank lain dan akan mengganggu sistem perbankan serta menurunkan kepercayaan kepada sistem perbankan dan keuangan Indonesia.
Dan akhirnya tanggal 21 November 2008, Bank Indonesia mengumumkan Century diambil alih pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan empat kali menyuntikkan dana sebagai penyertaan modal kepada PT Bank Century Tbk.
Pertanyaannya sekarang, apakah untung dan ruginya pemerintah menalangi bank Century?
Mantan wakil presiden saat itu M. Jusuf Kalla yakin Bank Century bukan bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik. Sebab, krisis global 2008 tidak bisa dibandingkan dengan krisis tahun 1997-1998. Tahun 2008, rupiah hanya turun 20 persen. Tahun 1998 turun 600 persen dan inflasi 75 persen. Krisis itu seperti badai, jika ada 1.000 rumah, dan 500 rumah roboh. Tetapi kalau hanya satu bank yang roboh (pada 2008), itu karena perampokan internal.

Pertimbangan itu membuat Jusuf Kalla tak setuju penalangan. Penalangan hanya mempermudah Robert dan kawan-kawannya (pemegang saham Bank Century) merampok uang di Bank Century. Perampokan dilakukan, antara lain, dengan melarikan uang penalangan ke luar negeri atau menyimpan surat berharga bodong.
Jusuf Kalla menyatakan, sempat mereview keputusan penalangan Bank Century saat bertemu Sri Mulyani, 30 September 2009. Saat itu Sri Mulyani mengaku merasa ditipu BI karena biaya penalangan mencapai Rp 6,7 triliun. Padahal, saat keputusan penalangan diambil, 21 November 2008, BI memperkirakan biaya yang dibutuhkan Rp 632 miliar. Tentang lonjakan biaya ini, Jusuf Kalla heran, siapa yang salah hitung? Mengapa perkiraannya meleset 10 kali lipat?
Menurut saya, keputusan pemerintah (dalam hal ini BI) menalangi bank Century hanya menimbulkan lebih banyak kerugian daripada keuntungannya.
Mungkin kebijakan penalangan ini memang akan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank di Indonesia, namun dari sekian kecil keuntungannya, ada kerugian yang lebih besar yang harus ditanggung negara.
Selama ini pihak-pihak di Pansus DPR dan orang-orang lain yang sependapat dengan kebijaksanaan penalangan Rp 6,700.000.000.000,00 (sengaja ditulis jumlah nol-nya supaya dapat lebih dibayangkan betapa besar jumlahnya) kepada Bank Century, selalu mengklaim “kemajuan” perekonomian kita sekarang sebagai hasil positif kebijaksanaan penalangan itu.
Tapi benarkah ? Karena ada yang berpendapat, sebetulnya dampak sistemik dari kegagalan Bank Century sebenarnya tidak ada atau minim sekali. Indonesia saat itu tidak terlalu terimbas oleh krisis moneter yang menjalar dari Amerika itu, karena ketergantungan kepada eksport ke Amerika tidak terlalu besar. Berbeda dengan negara-negara seperti Singapura.

Jadi kalau ekonomi kita sekarang memang benar membaik, adalah karena Indonesia saat itu memang tidak mengalami krisis yang serius. Dan yang dikatakan kemajuan ekonomi itu memanglah hal yang sewajarnya seiring dengan pulihnya kembali perekonomian negara-negara yang mengalami krisis itu.
Selain itu, pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) atau bailout oleh BI dengan alasan jika tidak dilakukan akan berdampak sistemik itu hanyalah rekayasa. Penyelamatan Century bukan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia, tapi untuk menyelamatkan dana Yayasan BI yang ada di Bank Century termasuk dana salah satu konglomerat Budi Sampoerna Rp 2 triliun dan ratusan miliar dana beberapa perusahaan BUMN kakap seperti Telkom, Jamsostek dan lain-lain.

Referensi:
http://liputaninfo.blogspot.com/2012/08/kasus-bank-century-menjadi-topik.html
http://www.lensaindonesia.com/2013/05/31/kasus-century-sudah-dalam-tahap-penyelesaian-bro.html
http://indonesianvoices.com/index.php/component/content/article/1-latest-news/147-kronologis-kasus-bank-century
http://atikaa08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/permasalahan-bank-century-dan-solusinya/
http://wita-mori.blogspot.com/2010/03/benarkah-pemulihan-ekonomi-karena.html
http://www.antikorupsi.org/id/content/jusuf-kalla-nyatakan-tidak-diberi-tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juni 2013
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: