MENGAPA KORUPSI SULIT DIBERANTAS DI INDONESIA?

korupsi di indonesiaKalau kita membicarakan korupsi di negeri ini, rasanya kita membayangkan suatu hal yang rumit, kompleks, bingung harus dimulai darimana untuk memutus bahkan mencabut sampai ke akarnya agar tidak timbul lagi.
Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah.
Perkembangan korupsi di Indonesia juga mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah. Hal ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia.
Saya beri contoh dan perumpamaan:
1. Kalau seseorang ingin menjadi anggota instansi kepolisian dll, paling tidak dia harus menyiapkan dana yang banyak sebagai dana untuk memperbesar peluangnya masuk dan diterima. Setelah dia diterima, hal yang pertama dalam pikirannya adalah bagaimana cara mengembalikan biaya/dana yang sudah dia keluarkan, ya paling tidak biar cepat kembalinya jalan satu-satu nya adalah KORUPSI.
2. Seorang Caleg mengeluarkan biaya/dana yang banyak selama kampanye, dengan harapan kelak dia terpilih. Setelah dia terpilih, bagaimana cara dia mengembalikan biaya/dana yang telah dia keluarkan semasa kampanye, jalan singkat dan cepat nya ialah dengan KORUPSI.
Jadi, mengapa korupsi di Indonesia sulit diberantas?
1. Korupsi adalah kejahatan yang terorganisir dan melibatkan aparat.
2. Korupsi merupakan rantai kejahatan yang panjang, akibatnya sulit untuk mencari alat bukti guna mengusut atau menuntaskan kasus korupsi. Selain itu, Locus dilicti (tempat dan lokasi kejadian) dalam kasus korupsi terkadang bersifat lintas negara. Apalagi, alat atau sarana kejahatan semakin canggih.
3. Sulitnya memberantas korupsi juga disebabkan adanya persepsi dari masyarakat Indonesia dalam memandang korupsi. Saat ini korupsi, dipandang sebagai kebiasaan.
4. Kasus korupsi di Indonesia sangat sulit untuk diungkap juga karena kasus korupsi itu terkadang melibatkan banyak pihak dan berbelit.
5. Korupsi dilakukan, karena adanya empat unsur, antara lain, niat untuk melakukan, kemampuan untuk melakukan, peluang atau kesempatan dan target yang cocok.
6. Hal itu lantaran korupsi sudah dilakukan secara berjamaah. Korupsi itu saat ini bukan lagi orang per orang, melainkan sudah dilakukan oleh rezim. Rezim korupsi seperti saat ini. Modus korupsi yang lazim dan banyak dilakukan biasanya dengan cara memanipulasi anggaran.

Sedangkan menurut ICW, setidaknya ada tiga faktor penyebab sulitnya pemberantasan korupsi Indonesia.
Pertama, penegakan hukum yang lemah. Ini membuat orang cenderung tidak kapok melakukan korupsi atau orang cenderung terdorong melakukan korupsi karena bicara korupsi berarti bicara tentang kejahatan kalkulatif. Orang menganggap ketika dia bisa korupsi lalu hukumannya kecil maka akan mendorong orang untuk melakukan praktek korupsi.
Kedua, belum adanya pendidikan politik. Kita banyak instrumen untuk melawan korupsi atau mendorong pemerintahan yang bersih. Namun belum ada instrumen pendidikan politik pada rakyat. Sehingga rakyat menganggap bahwa korupsi itu bukan masalah mereka, korupsi adalah masalah elite.
Ketiga, menyalahgunakan wewenang. Mereka menggunakan kewenangan dalam penyusunan aturan untuk kepentingan mereka sendiri atau mereka memperdagangkan penyusunan aturan untuk kepentingan mereka.
Korupsi ini sudah masuk stadium tiga. Artinya, korupsi sudah terjadi disemua tatanan dan kelompok. Dan korupsi sudah menjadi penggerak dari kebijakan.
Kesimpulannya menurut saya, yang salah bukan korupsi nya, tapi penyebabnya.
Korupsi tidak akan ada maupun berkurang, apabila semua nya tidak diawali dengan kepentingan uang semata. Jadi, benahi dulu dasarnya, baru kita lihat bagaimana perubahan yang diberikan oleh pembenahan tersebut.
Lalu bagaimana siasat untuk memberantas kasus korupsi? Strategi follow the money atau menelusuri harta kekayaan dari hasil kejahatan korupsi. Manfaat follow the money dalam mencegah dan memerangi kejahatan adalah untuk mendeteksi, represif dan prefentif. Metode ini dilakukan tanpa diketahui oleh pelaku korupsi.
Sedangkan berdasarkan pendapat para ahli, upaya penanggulangan korupsi adalah sebagai berikut :
a. Preventif.
1. Membangun dan menyebarkan etos pejabat dan pegawai baik di instansi pemerintah maupun swasta tentang pemisahan yang jelas dan tajam antara milik pribadi dan milik perusahaan atau milik negara.
2. Mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji) bagi pejabat dan pegawai negeri sesuai dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan swasta, agar pejabat dan pegawai saling menegakan wibawa dan integritas jabatannya dan tidak terbawa oleh godaan dan kesempatan yang diberikan oleh wewenangnya.
3. Menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap jabatan dan pekerjaan. Kebijakan pejabat dan pegawai bukanlah bahwa mereka kaya dan melimpah, akan tetapi mereka terhormat karena jasa pelayanannya kepada masyarakat dan negara.
4. Bahwa teladan dan pelaku pimpinan dan atasan lebih efektif dalam memasyarakatkan pandangan, penilaian dan kebijakan.
5. Menumbuhkan pemahaman dan kebudayaan politik yang terbuka untuk kontrol, koreksi dan peringatan, sebab wewenang dan kekuasaan itu cenderung disalahgunakan.
6. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menumbuhkan “sense of belongingness” dikalangan pejabat dan pegawai, sehingga mereka merasa peruasahaan tersebut adalah milik sendiri dan tidak perlu korupsi, dan selalu berusaha berbuat yang terbaik.
b. Represif.
1. Perlu penayangan wajah koruptor di televisi.
2. Herregistrasi (pencatatan ulang) terhadap kekayaan pejabat.

Referensi:
http://news.okezone.com/read/2012/03/01/339/585617/inilah-penyebab-korupsi-di-indonesia-sulit-diberantas
http://hizbut-tahrir.or.id/2013/02/22/icw-sebut-tiga-faktor-sulitnya-berantas-korupsi/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100505012234AAymzVv
http://www.thecrowdvoice.com/post/kenapa-korupsi-di-indonesia-sulit-diberantas-13167203.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi_di_Indonesia
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3800/1/fisip-erika1.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juni 2013
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: