BLOK CEPU

blok cepu
Sumber migas Blok Cepu mempunyai potensi yang sangat nesar dengan letak yang strategis untuk dapat digunakan membangun kemandirian dan masa depan bangsa, serta keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat saat ini. Pemanfaatan potensinya akan optimal dan independen jika Blok Cepu dikendalikan oleh Pertamina. JOA (Joint Operating Agreement) telah ditandatangani dan menetapkan EM (Exxon Mobil) sebagai pengendali Blok Cepu. Padahal kesepakatan itu dicapai melalui tekanan asing dan kospirasi yang merugikan negara serta mengandung berbagai pelanggaran hukum. Penetapan ini juga tak lepas dari peran dan policy para pejabat pemerintah RI, dari level menengah hingga tinggi. Oleh sebab itu, demi menjaga martabat bangsa, amanat konstitusi dan tegaknya hukum, JOA harus dibatalkan dan pengelolaan Blok Cepu dikembalikan kepada Pertamina yang telah memegang hak pengoperasian sejak dari semula.
Penandatanganan JOA Blok Cepu pertengahan Maret 2006 lalu memicu gelombang penolakan yang sangat besar dari beragam elemen masyarakat. Kalangan pendukung JOA kalang kabut membela diri. Pemerintah juga berulangkali menyatakan kesepakatan Blok Cepu fair dan menguntungkan keduabelah pihak. Mereka menegaskan memperoleh hasil maksimal dari kontrak tersebut. Kalangan penolak JOA mereka tuding, tidak memiliki landasan argumen yang kuat dan bahkan berwawasan nasionalisme sempit.
Mereka yang terlibat dalam berbagai aksi penolakan penunjukkan EM sebagai operator Blok Cepu sungguh-sungguh menemukan bukti-bukti dan alasan kuat untuk sampai pada kesimpulan menolak kesepakatan tersebut. Kerugian yang akan dialami negara akibat kesepakatan ini, baik materil maupun non-materil, terpampang begitu terang benderang, sangat sulit diterima ketika Indonesia didera krisis energi, terutama BBM (yang dijadikan alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM), kita justru membagi cadangan minyak dan gas yang amat besar kepada pihak asing. Padahal Blok Cepu yang mengandung minyak potensial hingga 2,6 miliar barel dan gas 14 triliun kaki kubik bisa dikelola sendiri oleh Pertamina. Tidak ada kontrak yang dilanggar jika Blok Cepu dikelola Pertamina.
Karena itu, penolakan ini sesungguhnya hanya sebuah upaya menggugah kesadaran pemerintah agar berani mandiri. Blok Cepu merupaka sumber daya alam yang sangat strategis bagi bangsa untuk saat ini bahkan masa depan. Ia merupakan anugerah Allah SWT sebagai aset yang dapat menolong bangsa Indonesia keluar dari krisis yang demikian mencekik. Wajar jika Blok Cepu, juga sumber daya alam lainnya, karus dikelola dengan baik, amanah, mengedepankan kemandirian bangsa dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.

Referensi:
Batubara, Marwan dkk. 2006. Tragedi dan Ironi BLOK CEPU, Nasionalisme yang Tergadai, Jakarta: IRESS (Indonesian Resourcess Studies)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Juni 2013
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: