GENG MOTOR MEMBUAT RESAH

genk motor

Akhir-akhir ini aksi geng motor dikota-kota besar makin meresahkan saja. Beberapa minggu lalu terjadi lagi sekelompok geng motor yang melakukan hal tak manusiawi. Klewang, ketua sebuah geng motor di Pekanbaru memerkosa seorang remaja secara bergantian didepan anggota kelompoknya. Klewang dan kelompoknya menjadi geng motor yang sangat menakutkan di Pekanbaru. Mereka selalu melakukan tindakan-tindakan kejahatan secara berkelompok.
Perbuatan yang telah dilakukan oleh Klewang bersama anak-anak buahnya yang memperkosa remaja di depan umum perlu diberi hukuman berat. Kejahatan yang dilakukan geng motor di Pekanbaru, Riau ini sangat sadis dan tidak beradab.
Polisi memang harus lebih tegas dalam menangani kasus Klewang dan geng-geng motor lain di seluruh Indonesia. Pria yang berumur 57 tahun itu seharusnya sudah tidak ada lagi di geng motor, karena biasanya geng motor itu beranggotakan anak-anak muda. Tapi Klewang malah manjadi ketua geng dan mencontohkan tindakan kejahatan kepada anak buahnya, tentu saja ia harus dihukum tanpa kompromi.
Polda Metro Jaya mencatat selama kurun waktu 2012 hingga awal 2013 tercatat ada 10 kasus tindak kejahatan baik penganiayaan maupun pengeroyokan yang melibatkan geng motor yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan di 2012 tercatat ada 9 kasus kejahatan yang melibatkan geng motor. Sementara di awal 2013 hingga pertengahan Mei 2013 ada satu penganiayaan yang diduga dilakukan oleh geng motor.

Rikwanto menuturkan sering kali sebutan “geng motor” selalu identik dengan hal-hal negatif. Sementara kegiatan dan hal positif selalu dikatakan dengan sebutan “komunitas”.

Untuk upaya pencegahan, Rikwanto mengaku akan kembali menggiatkan patroli dan razia. Karena biasanya niatan-niatan kejahatan tersebut muncul secara spontan saat para anggotanya sedang kumpul-kumpul.
Lalu sebenarnya apa solusi yang tepat agar para geng motor ini jera?
Memenjarakan Geng Motor Tak Selesaikan Masalah
Saat ini hal yang dilakukan oleh penegak hukum pada pelaku kekerasan yang dilakukan geng motor dengan memenjarakan mereka. Padahal itu bukan solusi yang tepat. Menurut Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Musni Umar, mengatakan penangkapan anggota geng motor pelaku kriminalitas belum menyelesaikan masalah.
Karena aksi anarkis yang dilakukan oleh sebagian besar remaja ini karena pola pendidikan yang salah arah. Salah satu yang dapat mengubah dan membentuk karakter generasi muda adalah dunia pendidikan. Fatalnya saat ini dunia pendidikan di tanah air justru berbasis sekulerisme. Memisahkan agama dari kehidupan. Pengajaran agama sejak SD hingga kuliah sangat minim. Materi ajarnya pun jauh dari pembahasan yang dibutuhkan para pelajar agar mereka mampu menjawab persoalan hidup yang dihadapi. Yang diukur dari mata pelajaran agama pun lagi-lagi kemampuan akademis, bukan aplikasi dalam kehidupan. Sementara itu para pelajar miskin pemahaman agama; standar halal dan haram, hukum-hukum Islam, dan akhlakul karimah.
Belum lagi pemakluman yang diberikan oleh penegak hukum seperti contohnya kebut-kebutan di jalan, tawuran, perilaku seks bebas, sering dikategorikan sebagai ‘kenakalan’ dan bukan tindak kriminal. Merasa dapat pemakluman, banyak remaja yang kemudian tidak jera mengulangi perbuatan antisosial.
Islam Sebagai Solusi
Sistem Pendidikan Islam mengarahkan dan membentuk para pelajar agar memiliki kepribadian Islam dan juga terampil dalam sains dan teknologi. Landasan pendidikan Islam adalah penanaman akidah Islamiyyah dan ketakwaan. Dengan modal awal ini maka seorang pelajar akan paham tujuan hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Dia juga yakin akan adanya penghisaban atas segala amal perbuatan di dunia. Sehingga dia tidak akan gegabah apalagi berbuat kemungkaran selama hidupnya.
Islam juga memberikan sanksi pidana yang tegas bagi pelaku kejahatan sesuai kejahatannya. Sanksi tegas itu akan menjadi zawâjir (pencegah) yang bisa mencegah pelaku mengulangi kejahatannya dan mencegah orang lain meakukan kejahatan serupa. Dengan itu keamanan dan ketertiban masyarakat akan terwujud. Karena merebaknya geng motor dan aksi anarkisme remaja adalah potret kegagalan sistem demokrasi-kapitalisme menciptakan generasi muda yang berkualitas. Remaja lebih tertarik menjadi anggota geng motor ketimbang kegiatan positif dan produktif.

Referensi:
http://www.tribunnews.com/2013/05/13/2012-hingga-2013-ada-10-kasus-kejahatan-melibatkan-geng-motor
http://news.detik.com/read/2013/05/13/092035/2243829/10/bos-geng-motor-seperti-klewang-harus-dihukum-berat
https://www.facebook.com/notes/media-islam-online/menyelesaikan-kasus-geng-motor/10150878648119549

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: