PENGHAPUSAN KERETA KHUSUS WANITA

Kereta adalah salah satu moda transportasi umum yang banyak diminati masyarakat karena cepat dan terhindar dari kemacetan ibukota. Seiring berjalannya waktu, pihak penyedia kereta api yaitu PT. KAI sering memberikan terobosan baru dalam hal operasionalnya, salahsatunya pengadaan kereta rel listrik khusus wanita. Terobosan ini adalah penyempurnaan dari yang sebelumnya hanya gerbong khusus wanita disetiap rangkaian kereta reguler. Hal ini dikarenakan banyaknya peristiwa pelecehan terhadap kaum perempuan pekerja yang harus berdesakan dengan kaum pria apabila jam-jam sibuk.

Kereta khusus wanita mulai dioperasikan bulan Oktober tahun lalu untuk relasi Bogor-Jakarta Kota dan Bogor-Jatinegara. Sebanyak delapan gerbong kereta ini hanya boleh dinaiki penumpang wanita dan anak-anak. Dibandingkan dengan kereta ekonomi atau kereta commuter line yang ada sebelumnya, kereta ini terbilang lengang meski ramai peminatnya. Penumpang wanita tidak lagi harus berdesak-desakan seperti saat menaiki kereta umum biasanya di pagi hari yang superpadat. Pemandangan ini kontras dengan apa yang terjadi di kereta ekonomi dan commuter line. Kedua kereta itu sering penuh sesak akan penumpang. Pintu-pintu tidak lagi bisa menutup lantaran penumpang yang sudah terdesak sampai ke pinggir pintu. Pada kereta ekonomi, bahkan “atapers” masih santai duduk di dekat kabel listrik tegangan tinggi. Para penumpang wanita yang menaiki kereta khusus wanita ini pun mengaku lega.

Namun rasa lega para penumpang ini ternyata hanya sementara karena baru-baru ini PT. KAI menghapuskan keberadaan kereta khusus wanita. Mendengar berita tersebut, banyak penumpang wanita yang kecewa karena bisa memunculkan kembali kasus pelecehan. Namun PT. KAI beralasan kebijakan ini untuk memaksimalkan pengangkutan penumpang. Kereta khusus wanita ini dinilai kurang efektif karena pada kenyataannya kereta ini selalu lengang dan menyebabkan penumpukkan perumpang pria ke kereta berikutnya.
Berbagai macam pendapat bermunculan menanggapi hal ini, sebagian perempuan menganggap ini adalah diskriminasi terhadap kaum hawa.

Salah seorang penumpang, Ummu Aisyah, berujar “Adanya kereta khusus wanita membuat kami nyaman, tidak desak-desakan dan saat membawa bayi ingin menyusui kita tenang karena tidak ada kaum laki-laki yang melihatnya.”

“Dan jangan lupa Indonesia ini mayoritas penduduknya muslim, dan Islam mengatur hubungan pria dan wanita itu tidak boleh ikhtilat (campur baur). Dalam Islam kaum wanita sangat dimuliakan kedudukannya, dan saya kira kaum wanita dari agama lainpun inginnya nyaman seperti itu juga. Alhamdulillah RKW (Rangkaian Khusus Wanita) bisa meminimalisir ikhtilat, tapi kok sekarang dihapuskan? menurut saya ini diskriminasi terhadap kaum wanita,” tambahnya.

Namun sebagian penumpang berpendapat sebaliknya. Mereka mendukung adanya penghapusan rangkaian kereta khusus wanita (RKW) yang operasionalnya dinilai kurang efektif.
“Saya setuju rangkaian wanita dihapus, soalnya saya perhatikan rangkaian ini selalu kosong,” kata Winda salah seorang pengguna kereta yang bekerja di Jakarta.

Menurut Winda, ada baiknya rangkaian khusus wanita dihapus diganti dengan rangkaian reguler dengan kompensasi gerbong khusus wanita ditambah menjadi empat.

“Kalau sekarang cuma dua gerbong saja yang khusus wanita, rangkaian khusus dihapus, ditambahkan ke gerbong khusus wanita di kereta reguler jadi empat. Jadi tidak perlu sampai rangkaian kereta khusus wanita,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Dina, pekerja di kawasan Sudirman. Menurut dia, jika memang rangkaian kereta khusus wanita dihapuskan, demi pelayanan yang lebih baik lagi, tidak masalah baginya.

“Tapi carikan juga solusi buat penumpang wanita yang selalu naik rangkaian itu. Tambahkan gerbong khusus wanita di kereta reguler, jangan cuma dua gerbong. Apalagi gerbong khusus wanita yang saya naiki selama ini kadang-kadang pendingin udaranya pada mati, parahnya lagi kalau pas lagi jam pulang kerja berdesak-desakan, sehingga kondisi kereta menjadi pengap,” tuturnya.

Referensi:
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/01/0829521/Ah.Leganya.Kereta.Khusus.Wanita
http://www.suara-islam.com/read/index/7204/Penghapusan-Kereta-Khusus-Wanita-Diskriminasi-Terhadap-Kaum-Hawa
http://id.berita.yahoo.com/penumpang-dukung-penghapusan-kereta-khusus-wanita-172907576.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: