PENGEMIS, DAHULU HINGGA KINI

Mengemis adalah hal yang dilakukan oleh seseorang yang membutuhkan uang, makanan, tempat tinggal atau hal lainnya dari orang yang mereka temui dengan meminta. Orang yang mengemis disebut pengemis. Umumnya di kota besar sering terlihat pengemis meminta uang, makanan atau benda lainnya. Pengemis sering meminta dengan menggunakan gelas, kotak kecil, topi atau benda lainnya yang dapat dimasukan uang.
Dahulu, mungkin kita seringkali dinasehati oleh orangtua kita mengenai belas kasih antara sesama, harus berbagi rezeki kepada sesama, bahwa dari rejeki kita 2,5%-nya adalah hak orang yang tidak mampu disekitar kita. Bahkan di Al-Qur’an pun dikatakan kita harus banyak-banyak bersedekah kepada orang tidak mampu.
Zaman dahulu, orang menjadi pengemis karena desakan kebutuhan, bahkan ibaratnya kalau tidak “kepepet” orang malu menjadi pengemis. Tapi seiring perkembangan zaman, rasa malu itu seakan memudar. Bahkan mengemis dijadikan sebuah profesi yang menjanjikan ditengah himpitan kebutuhan hidup yang makin tak terkendali. Berikut ini contoh kehidupan yang menjanjikan akibat mengemis.

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah.
Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.
Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.
Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi.
Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.
Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

Cerita diatas bukan bermaksud untuk meng-ilhami seseorang untuk mengemis, tetapi hanya sebatas tambahan informasi bahwa pengemis di negeri ini tidak semuanya benar-benar “pengemis”. Kalau sudah begini, bagaimana kita bisa membedakan mana pengemis sungguhan dan mana yang bukan? Bagaimana kita mau menambah pahala lewat bersedekah kalau ternyata uang yang kita sedekah-kan tidak tepat sasaran?

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mengemis
http://uniqpost.com/5646/pengemis-terkaya-di-indonesia-pengemis-kok-mampu-beli-mobil/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Mei 2013
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: