PENINGGALAN BANJIR DI IBUKOTA

Malang memang tak dapat ditolak. Seminggu kemarin Ibukota berubah bak lautan. Sebagian besar wilayah Jakarta dikepung banjir. Banjir yang disebut-sebut sebagai siklus 5-6 tahunan melanda Jakarta lebih besar dari tahun 2007 lalu. Sebagai pusat perekonomian, Jakarta sempat lumpuh total.

Kini, seminggu setelahnya. Beberapa wilayah sudah mulai surut, walaupun banyak diantaranya yang masih tergenang bahkan mencapai 1 meter lebih. Banjir yang perlahan mulai surut pun meninggalkan berbagai macam permasalahan yang harus segera diatasi agar perekonomian pulih seperti semula. Permasalahan tersebut diantaranya bertambahnya volume sampah. Seperti yang kita ketahui, banjir di Jakarta disebabkan bukan hanya dari hujan deras yang turun di wilayah ini, tetapi juga dari air kiriman yang berasal dari bogor. Jakarta sebagai dataran rendah mau tidak mau pasti akan menerima kiriman air dari bogor melalui kali ciliwung yang memang berhulu disana. Nah arus air ini pastilah juga membawa berbagai macam sampah yang ikut hanyut. Ini membuat volume sampah di Jakarta yang notabene sudah tak terkendali, makin tak terkendali lagi akibat peristiwa ini. Permasalahan inilah yang digadang-gadang menjadi tugas berat Dinas PU dan Dinas Kebersihan Kota Jakarta. Meskipun demikian, menurut wacana sampah ini nantinya akan dikelola secara ter-integrasi dengan Dinas Pertamanan Kota pula. Tidak hanya badan pemerintah,  masyarakat secara umum terutama yang rumahnya terkena banjir pun mempunyai tugas tambahan yakni membersihkan lumpur yang ditinggalkan oleh banjir.

Masalah lainnya menurut berita ditelevisi yang kebetulan saya tonton adalah para investor yang memilih berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Karena tidak dipungkiri, banjir kemarin mengakibatkan perusahaan berbagai sektor merugi besar-besaran karena tidak dapat beroperasi secara optimal bahkan berhenti total. Para investor tersebut akan memantau terlebih dahulu tindakan penanganan pemerintah terhadap banjir ini. Walaupun katanya hanya “menunda”, tetapi bukan tidak mungkin banyak dari investor tersebut yang mengurungkan niatnya untuk berinvestasi disini. Dan itu akan sangat merugikan perekonomian Jakarta tentunya.

Kinerja gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta saat ini sedang disorot sehubungan dengan program 100 hari kerjanya. Pak Jokowi dan Pak Basuki Tjahja Purnama dituntut untuk bisa bijaksana dalam menghadapi permasalahan ini. Dan semoga saja tindakan penyelesaian yang diambil nantinya tidak merugikan banyak pihak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Nov   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: