NEGERI CARUT-MARUT

Aneh rasanya saya mengomentari negeri sendiri, tapi akan lebih sangat aneh apabila saya mengomentari negeri orang yang notabene saya tidak pernah merasakan hidup didalamnya. Saya menulis tulisan ini semata-mata hanya untuk mengungkapkan apa yang telah saya rasakan selama hidup di negeri tercinta ini dan ingin negeri ini lebih baik lagi kedepannya.
Ada istilah yang mengatakan bahwa rumput tetangga pasti lebih indah. Yap! Saya sempat merasakan hal seperti ini saat saya melihat atau mendengar kabar buruk tentang negeri ini. Banyak kabar buruk yang terjadi di negeri ini, salah satunya dibidang olahraga. Jujur saja, saya sebenarnya penikmat olahraga nasional. Dulu saya sempat menggilai persepakbolaan nasional, tapi itu DULU. Seiring pertempuran ditubuh PSSI sebagai lembaga tertinggi persepakbolaan nasional yang tidak kunjung usai, setidaknya sampai saya membuat tulisan ini. Ditambah lagi prestasi persepakbolaan nasional dikancah nasional maupun internasional yang statis, bahkan cenderung menurun yang dituding sebagai akibat dari perpecahan yang ada di PSSI. Dulu, saya masih setia menonton pertandingan-pertandingan sepakbola lokal, tapi sekarang saya sudah tidak tertarik lagi karena tiap pertandingan pasti diwarnai kericuhan. Entah kericuhan antar pemain, official, maupun antar penonton. Pertandingan internasional pun tidak kalah buruk dari pertandingan lokal. Walaupun sudah banyak memasukkan pemain naturalisasi, tetap saja timnas mengalami kekalahan yang berulang. Tidak hanya kalah dalam skor, tapi juga kalah dari segi kualitas permainan. Suatu hari saya pernah menonton laga internasional antara timnas negeri ini melawan salah satu timnas negara lain. Lalu adik saya yang masih kelas 3 SD berucap “timnas ya? Ah ngapain ditonton, pasti kalah!” bayangkan! Anak kecil yang masih berusia dibawah 10 tahun berucap seperti itu ditambah lagi dia malah lebih mendukung negara lawan, sungguh miris sekali saya melihatnya. Tidak hanya sepakbola, salah satu yang saya sukai juga adalah cabang olahraga bulutangkis. Cabang ini mungkin lebih baik dari sepakbola. Ya, setidaknya tidak ada kisruh ditubuh PBSI selaku organisasi tertinggi yang mengatur cabang olahraga bulutangkis. Tetapi mungkin prestasinya juga terus menurun sama halnya seperti sepakbola. Di ajang olimpiade terakhir, timnas gagal mempersembahkan medali emas yang biasanya tidak pernah absen didapatkan, pemain mudanya pun tidak cukup menonjol dibandingkan senior-seniornya. Ini membuktikan rotasi pemain tidak berjalan dengan baik. Entah karena wadah untuk para amatir kurang sehingga para amatir tidak bisa menyalurkan kelahliannya atau mungkin karena metode pelatihannya yang kurang tepat? Entahlah… yang pasti saya sebagai bagian dari warga negara ini dan sebagai penikmat olahraga mengharapkan yang terbaik bagi bangsa ini, agar negara ini kembali menjadi setidaknya macan asia seperti dulu, tidak lagi diremehkan oleh negeri orang. Semoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Nov   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: