JAKARTA BARU!

Tanggal 15 Oktober 2012 kemarin, Jakarta secara resmi telah mendapatkan gubernur baru. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenangkan pemilukada DKI Jakarta kemarin dengan perjuangan yang cukup panjang yaitu mengalahkan 5 pasangan kandidat lain dan harus melalui pemilu putaran kedua melawan kandidat incumbent saat itu, Fauzi Bowo dan wakilnya Nahrowi Ramli. Ini dikarenakan pada putaran pertama, tidak ada kandidat yang menang dengan suara melebihi 50%.

Sebelum membahas apa yang akan dilakukan oleh pasangan gubernur terpilih terhadap ibukota negara ini, mari kita mengenal lebih dekat siapa sebenarnya pemimpin dan wakil baru kota Jakarta ini.

Pria yang lahir di Surakarta 51 tahun lalu ini adalah sosok yang sederhana. Ia terlahir dari keluarga miskin yang tinggal di bantaran kali Kota Solo. Sebagai anak penjual kayu, ia terbiasa hidup susah. Meskipun begitu, ia tidak tumbuh menjadi anak yang nakal tetapi tetap sangat senang bermain seperti anak-anak seusianya. Ia merupakan anak laki-laki pertama didalam keluarga sehingga tidak heran ia sangat melindungi ketiga adik perempuannya. Semasa sekolah, ia mempunyai prestasi yang cukup bagus walaupun ia mengaku tidak terlalu rajin belajar karena harus membantu orangtuanya bekerja. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada mengambil jurusan Teknologi Kayu karena ingin mewujugkan cita-citanya menjadi tukang kayu. Disanalah ia menemukan cinta sejatinya yang bernama Iriana sampai pada akhirnya memutuskan menikah pada tanggal 24 Desember 1986.

Setelah lulus kuliah, ia memutuskan bekerja di BUMN di Aceh, tetapi tidak berapa lama ia kembali lagi ke Solo untuk memulai usaha mebelnya. Dengan modal yang kecil, ia jatuh bangun merintis usahanya itu sampai akhirnya mebel-mebel produksinya bisa sampai di ekspor ke luar negeri.

Namanya mulai dikena sejak menjadi Walikota Surakarta atau lebih dikenal dengan nama Solo. Pada awalnya banyak yang meragukan kemampuan pengusaha mebel ini untuk bisa memimpin sebuah kota. Tetapi keraguan itu hilang seketika akibat gebrakan-gebrakan positif yang terjadi di  Kota Solo sejak ia menjabat. Bahkan ia menjabat Gubernur Solo selama dua periode.  Diawali dengan branding dibawah kepemimpinannya dengan slogan “Solo: The Spirit Of Java” pada tahun 2006. Bukan hanya sekedar branding, karena slogan ini bahkan kota Solo terpilih menjadi anggota Organisasi Kota-Kota Warisan Dunia dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konfrensi Organisasi Kota-Kota Warisan Dunia pada tahun 2008 lalu.

Jokowi pun berhasil merelokasi pedagang barang bekas. Dengan kemampuan pendekatan dan berkomunikasi dengan baik dengan para pedagang tersebut, kegiatan relokasi juga terhindar dari aksi protes yang biasaya sering terjadi. Namanya semakin melambung dengan keberhasilan siswa-siswi SMK di kota Solo merakit mobil yang diberi nama “esemka”. Jokowi pun ikut mendukung keberhasilan tersebut dengan mengendarai mobil tersebut sebagai mobil dinasnya.

Karena segudang keberhasilannya dalam membangun Kota Solo inilah yang melatarbelakangi dirinya untuk memberanikan diri maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta dan menggaet Basuki Tjahja Purnama menjadi wakilnya. Lalu siapakah Basuki Tjahja Purnama atau yang sering disebut Ahok itu sebenarnya?

Basuki Tjahja Purnama atau sering disebut Ahok lahir 46 tahun lalu di Manggar, Belitung Timur. Sebelum mencalonkan diri menjadi wakil gubernur DKI jakarta bersama Joko Widodo, ia merupakan anggota komisi II DPR-RI dari Partai Golkar. Basuki menikah dengan Veronica, S.T. yang kelahiran Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner.

Basuki adalah putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw). Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Sekalipun demikian, ia selalu berlibur ke kampung halaman. Basuki melanjutkan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti. Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Insinyur Geologi pada tahun 1989, Basuki pulang kampung dan menetap di Belitung serta mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Dua tahun kemudian, Basuki memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Gelar Magister Manajemen (M.M.) diraihnya, dan kemudian ia bekerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta. Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik. Ia menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek.

Pada 1992 Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Pada tahun 1995, Basuki memutuskan berhenti bekerja di PT Simaxindo Primadaya. Ia kemudian mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

Pada akhir tahun 2004, seorang investor Korea berhasil diyakinkan untuk membangun Tin Smelter (peleburan bijih timah) di KIAK. Investor asing tersebut tertarik dengan konsep yang disepakati untuk menyediakan fasilitas komplek pabrik maupun pergudangan lengkap dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.

Setelah kita mengenal kedua sosok pemimpin baru Jakarta ini, mari kita ulas apa saja yang akan mereka lakukan untuk perubahan Jakarta agar menjadi  lebih baik.

Setelah resmi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, Jokowi-Ahok dihadapkan pada berbagai masalah ibukota yang sudah menunggu untuk diselesaikan. Beberapa rencana sudah dibuat Jokowi untuk Jakarta, diantaranya:

  • Masalah Pendidikan:

Mengupayakan beasiswa untuk siswa tidak mampu, khususnya yang bersekolah di sekolah swasta. Dengan begitu, siswa tidak mampu dapat tetap meneruskan sekolah tanpa memikirkan biaya lagi. Hal ini dilakukan melalui pembuatan Kartu Jakarta Pintar.

  • Kesehatan

Meniadakan orang sakit di Jakarta yang meminta-minta sumbangan dana dari orang. Ambisi ini akan terealisasi dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat. Dengan Kartu Jakarta Sehat, warga tidak perlu repot saat berobat ke rumah sakit di Jakarta.

  • Transportasi:

Pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra ini berencana melakukan penggabungan aset izin trayek, kereta, dan bus Transjakarta. Ahok menilai hal itu akan mempermudah pengawasan masalah transportasi massal di Jakarta ini. Dalam jangka panjang, Jokowi juga akan melanjutkan proyek monorel yang sempat tertunda, tetapi Jokowi meminta proyek tersebut dipresentasikan ulang agar ia bisa mengerti dengan jelas seluk-beluknya.

Dan masih banyak lagi program kerja yang akan dilakukan oleh gubernur terpilih DKI Jakarta untuk menuntaskan permasalahan rumit ibukota yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Oktober 2012
S S R K J S M
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: