ANDAI AKU JADI MENTERI KOPERASI

Setelah pada tulisan sebelumnya saya membahas mengenai wajah koperasi Indonesia saat ini dan didalamnya telah dijelaskan permasalahan-permasalahan yang ada, dengan mengetahui dan mengerti permasalahan tersebut, jika saya menjadi menteri koperasi Indonesia, tentunya saya akan berusaha memperbaiki keadaan koperasi saat ini menjadi lebih baik. Mungkin memang tidak bisa secara instan, tapi memerlukan proses yang cukup memakan waktu.

Pembenahan koperasi pada kondisi seperti sekarang ini tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang menteri, tetapi juga harus ada partisipasi/dukungan dari pihak lain seperti contohnya masyarakat agar apa yang diusahakan oleh pihak terkait tidak sia-sia.

Sebagai menteri koperasi, saya akan melakukan upaya-upaya berikut:

1. Dukungan pemerintah

Sebagai menteri, saya akan membuat kebijakan untuk membatasi kucuran dana yang selama ini saya nilai terlalu banyak. Bukan bermaksud menyulitkan, dana dukungan dari pemerintah akan diberikan secukupnya tanpa melupakan faktor pengawasan. Agar dana tersebut jelas alurnya dan dapat menghasilkan laba semaksimal mungkin. Selain itu juga saya akan mempermudah unit-unit koperasi yang baru akan berkembang dalam hal peminjaman modal apabila diperlukan, tentu saja dengan bunga yang kecil agar tidak terlalu “mencekik” koperasi-koperasi kecil.

2. Meningkatkan kualitas SDM

Karena sebagian besar pengelola koperasi kualitasnya kurang memadai untuk mengelola koperasi, maka saya akan membuat kebijakan untuk lebih sering mengadakan pelatihan kepada para pengurus koperasi, memberikan pembekalan bagaimana cara mengelola koperasi yang benar, cara mengembangkannya, sampai cara bertahan dalam menghadapai persaingan yang sangat ketat sekarang ini. Cara yang dapat dilakukan:

  • Memberikan Pelatihan terlebih dahulu (Training)

Maksudnya memberikan pelatihan terlebih dahulu adalah agar anggota koperasi mempunyai pengalaman dan mampu memecahkan solusi yang di hadapi.

Pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.

  • Pembinaan dan Promosi Anggota Karyawannya

Karyawan yang teladan dan berkelakuan baik tentunya akan mendapatkan reward atau Promosi atas keteladanannya tersebut.

3. Mental pengurusnya

Setelah kemampuan pengurus secara teknis ditingkatkan, tidak lupa keampuan non-teknis, yaitu mental yang juga perlu ditingkatkan. Karena tanpa mental yang bagus, semua pelatihan-pelatihan teknis tadi tidak akan ada gunanya. Mental yang dimaksud adalah mental bersaing yang harus kuat dan yang paling penting adalah mental para pengurusnya untuk tidak melakukan tindak korupsi. Karena jika dalam sebuah organisasi entah itu besar atau kecil, pengurusnya melakukan tindak korupsi walaupun sedikit, sudah dipastikan organisasi tersebut tidak sehat dan tidak akan bertahan lama. Mengapa? Awalnya mungkin pengurus yang bermental bobrok melakukan korupsi pada hal-hal yang kecil, namun jika didiamkan terus-menerus pasti akan menjalar ke hal hal yang besar. Bagaimana cara mengatasi hal itu? Saya sebagai menteri koperasi akan menentapkan peraturan gaji atau upah pengurus koperasi yang memadai. Memadai dalam arti cukup untuk men-sejahterakan hidupnya sehingga tidak ada alasan bagi para pengurus untuk melakukan tindakan korupsi.

 

4. Pengawasan

Saya selaku menteri koperasi akan lebih sering mengirimkan orang-orang dari pemerintahan untuk mengadakan sidak audit laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pengurus terhadap aliran dana yang mengalir dalam kegiatan koperasi. Sehingga apabila terjadi kejanggalan dalam laporan keuangan, akan segera ditindaklanjuti agar tidak berlanjut di masa yang akan datang. Dan apabila ada pengurus yang terbukti bersalah melakukan tindak korupsi akan dihukum seberat-beratnya. Saya kira hal itu cukup ampuh untuk mencegah tindak korupsi agar tidak tejadi didalam koperasi.

 

5. Memodern-kan koperasi

Sistem koperasi akan dibuat berbasis IT agar lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman. Selain itu juga agar lebih mudah dalam memonitor, mengevaluasi, dan melakukan pendataan secara lebih akurat dan up-to-date.

 

Sementara perbaikan di pihak internal sedang dilaksanakan, sebagai menteri koperasi, saya akan bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan kondisi pasar yang kondusif dalam rangka pengembangan koperasi. Maksudnya, kami akan membatasi pertumbuhan unit-unit usaha yang dikelola swasta agar persaingan tidak terlalu sulit untuk koperasi yang “masih dalam proses perbaikan”.

6. Partisipasi Anggota

Partisipasi merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan koperasi. Dalam koperasi, semua program manajemen harus memperoleh dukungan dari anggota. Pihak manajemen memerlukan berbagai informasi yang berasal dari anggota, khususnya informasi tentang kebutuhan dan kepentingan anggota.

Peningkatan partisipasi dapat meningkatkan rasa tanggung jawab serta semangat dan kegairahan kerja. Tanpa partisipasi, anggota koperasi tidak akan dapat bekerja secara efisien dan efektif.

 

7. Manajemen Koperasi

Diperlukannya suatu manajemen dalam pelaksanaan koperasi, baik dari bentuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan. Manajemen koperasi sangat berfungsi dalam pengambilan keputusan yang tetap tak terlepas dari partisipasi anggota. Apabila seluruh kegiatan koperasi berjalan teratur dan telah adanya pembagian tugas yang baik dan benar maka dasar manajemen koperasi akan berjalan baik.

8. Peningkatan kualitas koperasi

Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. dan departemen yang menaungi keberadaan koperasi di harapkan tidak hanya sekedar memberi  perhatian, tetapi secara langsung bekerja bersama-sama untuk mengembangkan koperasi memiliki konstribusi dan andil dalam meningkatkan perekonomian negara.

 

 

9. Kesadaran masyarakat

Setelah memperbaiki dari sisi internal, yang tidak kalah penting adalah dari sisi eksternal yaitu masyarakat itu sendiri. Kementerian koperasi dan pemerintah akan lebih sering mengadakan penyuluhan tentang peran koperasi dalam perekonomian, menjelaskan apa itu koperasi agar masyarakat lebih memahami dan lebih mendekatkan koperasi dengan masyarakat, membuka pengetahuan masyarakat tentang koperasi sehingga masyarakat tidak lagi menganggap koperasi hanya milik masyarakat kelas menengah kebawah.

 

Upaya-upaya diatas diharapkan mampu membangkitkan kembali koperasi yang sekarang seperti “mati suri”.

2 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Andai Saya Menjadi Menteri Koperasi | this blog is about .......
  2. Trackback: Tugas Softskill 1 Ekonomi Koperasi: ANDAI AKU MENJADI MENTERI KOPERASI | Khansa Dhiya Savira

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Oktober 2012
S S R K J S M
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: