Usaha Coklat

Nama makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi kita dengar dan tidak perlu ditanyakan lagi. Bahan baku coklat ini bisa juga dijadikan sebagai minuman yang digemari masyarakat sehingga dimanfaatkan sebagian orang untuk membuka usaha baru yang cukup menguntungkan.
Sebagian besar masyarakat menyukai makanan ini. Semua kalangan dari anak-anak, anak remaja, orang dewasa bahkan sampai orang tua sekalipun menyukainya baik laki-laki maupun perempuan. Untuk menjalakan peluang bisnis ini tidaklah sulit, yang dipersiapkan adalah modal.
Secara garis besar, proses produksi coklat ini sangatlah mudah. Hanya membeli coklat berbagai macam varian seperti dark chocolate, white chocolate, milk chocolate dan menyediakan cetakan yang unik ataupun sesuatu yang membuat coklat tersebut tampak lebih menarik.
Berikut ini analisis lingkungan yang mempengaruhi usaha tersebut :
*Internal environment : pengendalian ada ditangan produsen dan konsumen tidak bisa ikut campur.
Contohnya : produk coklat yang kita jual terserah produsen mau produksi berapa dalam sehari.
*Task environment : pengendalian ada ditangan produsen dan konsumen.
Contohnya : produk coklat yang kita buat kan bisa dipesan sesuai konsumen pesan. Nah kita sudah membuat seperti yang konsumen mau tetapi ternyata konsumen tidak menyukai hasilnya. Konsumen tersebut harus tetap membayar karena kita sudah membuat apa yang konsumen mau.
*Societal environment : Lingkungan perusahaan yang sepenuhnya tidak punya kendali atau tidak punya kepentingan tetapi perusahaan mendapatkan dampaknya secara langsung.
Contohnya : harga bahan baku yang kita gunakan untuk membuat coklat tentu tidak bisa diganti dengan yang lain. Jika bahan tersebut naik dipasaran, kita tidak bisa merubah itu bahkan kita terkena dampak karena bahan baku tersebut naik.
Berikut ini analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) :
*Strength (kekuatan) : potensi yang perlu ditonjolkan dan dijadikan modal guna mencapai suatu keberhasilan.
Contohnya :
-Sebagian besar orang Indonesia menyukai coklat.
-Produk yang kita jual enak dan aman untuk dikonsumsi.
-Pelayanan ditempat kita sungguh memuaskan.
-Produk coklat yang kita jual memiliki kualitas di atas rata-rata dari produk sejenis dan harga yang dikeluarkan pun relatif terjangkau oleh masyarakat menengah apalagi anak-anak yang gemar memakan coklat ini.
-Produk coklat yang kita jual mempunyai varian atau isi yang berbeda seperti isi selai blueberry, oreo ataupun keju, bisa disesuaikan dengan pesanan.
-Produk coklat yang kita jual bisa dipesan huruf tertentu jikalau konsumen ingin memberikan hadiah ke pasangannya seperti kata “i love you” ataupun “happy valentine”
*Weakness (kelemahan) : kondisi kelemahan yang terdapat dalam suatu organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Contohnya :
-Produk coklat ini mudah rusak atau meleleh jika terkena sinar matahari dan bisa diatasi dengan segera meletakkan coklat di kulkas atau pendingin dengan segera agar coklat membeku kembali dan hiasan coklatnya tidak hancur.
-Coklat bisa membuat berat badan seseorang bertambah.
-Banyak mengkonsumsi coklat juga tidak baik untuk perkembangan otak.
*Opportunities (peluang atau kesempatan) : kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
Contohnya :
-Produk coklat yang kita buat ini bisa dijadikan sebagai kado atau souvenir untuk orang tersayang seperti dihari-hari spesial dan menawarakan box cantik dengan hiasan pita.
-Produk coklat yang kita buat tidak hanya berbentuk huruf, ada juga yang menggunakan tangkai seperti permen coklat.
-Produk ini semakin hari semakin banyak penggemar alhasil kita meningkatkan produksi coklat untuk menambah keuntungan.
-Produk ini dipasarkan ditoko-toko kue, bahkan jika ada pameran coklat kita pun ikut membuka stand untuk memperkenalkan coklat kita kepada masyarakat yang gemar coklat. Jika hasilnya memuaskan, kita juga bisa mengekspor coklat ke negeri tetangga.
*Threats (ancaman) : adanya pesaing baru yang bergerak dalam bisnis yang sama dan menyebabkan ancaman bagi usaha kita. Munculnya masalah kegemukan dan merupakan salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif. Ancaman pesaing baru yang masuk bisa diantisipasi dengan beberapa langkah.
Contohnya :
-Memberi inovasi di produk coklatnya dengan berbagai model cetakan dan varian.
-Meningkatan mutu produk.
-Meningkatkan metode pemasaran yang lebih baik lagi.
Disusun oleh :
**Muthi Putri Kamilah
NPM : 25211045
Link : muthiputri.blogspot.com
**Putrisya Nirbaya
NPM : 28211030
Link : putrisyanirbaya.wordpress.com
**Zulvi Rianni
NPM : 28211282
Link : zulvirianni.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

calendar

Maret 2012
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

%d blogger menyukai ini: